Rabu, 08 November 2017

Aku Merindukanmu

Aku Merindukanmu
Oleh : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'


Lepas rindu seraya merangkak
Terpejam mata, hati mulai bicara
Aku rindu, rindu padamu
Rindu pada hasrat,
Yang memutar arah mata angin
Menghadap senja berpanorama
Rindu ini tersapu
Tersapu oleh ombak-ombak lautan
Menghempas pasir putih
Tanpa daya, 
Duh,
Begitu rapuh
Namun,
Andai kau tahu
Rindu kasih ini
Menuntun kalbu
Merambah lantang dalam balutan putih salju

Rembang, 07 Desember 2015

Rasa (ku)

Rasa (ku)
Oleh : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'


Rasa yang s'lalu berulah
Menuntunku pada lingkaran jejak kehidupan
Jejak yang menjadi tombak dari serpihan ingatan masa lalu
Ya, masa lalu
Juang tak lagi bertombak
Tombak melawan arus
Memaksakan diri untuk berevolusi
Mengganti berarti namun tak ayal merekonstruksi

Rasa (ku) yang kini ada
Mencoba meng-ada-kanku untuk berada
Mencuat niat bergelut
Dengan retorika akal
Tanpa mengindahkannya
Dengan rentetan ujung pena
Sesukanya ... bagiku,
Siput tak pernah diam untuk berlari kencang
Terlebih bila menggali lubang
Terlalu manis,
Namun bukan menafikannya
Aku (pun) sambut cahaya
Tanpa harus berhenti
Mencari celah untuk bergantung di keter-pukau-annya

Yogyakarta, 21 Oktober 2015

Senin, 09 Oktober 2017

Celah


Celah
Karya : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'

Sekilas bayang melayang 
Melewati celah-celah sempit 
Mencoba menerobos pada satu titik 
Perlahan,
Celah t’lah pudar 
Hanya ada secercah sinar,
Terang dalam canda 
Kilau dalam tawa 



Terjan, 20 Oktober 2013
21.15 WIB

Untaian Kata Pengantin

Untaian Kata Pengantin
Karya : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'

Sekian lama tlah kau tempuh perjalanan panjangmu,
Tak terasa kini kau dihadapkan pada kehidupan yang baru
Kehidupan dimana kau dituntut untuk bertanggungjawab
Bukan hanya pada dirimu sendiri, namun pada orang lain
Kehidupan dimana tulang rusukmu kembali
Menjalaninya,
Bukan lagi merengek manja dihadapan sang orang tua
Bukan lagi seperti bermain layaknya gobak sodhor pada masa kecil
Bukan lagi mengisi lembar jawaban atas soal ujian yang diberikan
Bukan lagi menjalani keseharian yang hanya memikirkan diri sendiri
Kehidupan ini,
Mengajarkanmu bagaimana menjalani kehidupan yang sebenarnya
Seolah semesta pun ikut berbisik
“inilah kehidupan yang sebenarnya”
Kehidupan dengan sesuatu yang serba baru di dalamnya
Kini kau tak lagi sendiri
Sang bidadari suci nan anggun tlah berdiri disampingmu
Bersiap merengkuh dan menjadi sandaran saat kau rapuh
Jagalah bidadari itu
Layaknya kau menjaga diri sendiri
Hiasilah mahligai rumah tanggamu
Akan atap sakinah, penyangga wawaddah, dan perabot warrahmah
Hingga berbuah benih sholih sholihah

“Berkeluarga bukan hanya memilih pasangan yang sholih sholihah, melainkan juga menjadikan sebuah rumah tangga yang sholih sholihah pula”
با رك الله لك و با رك عليك و جمع بينكما في خير


Kekuatan Hati

Kekuatan Hati
Karya : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'

Mengayuh langkah awal
Mencoba mengukir tiap klise-klise kehidupan
Mengais cita penuh harap
Menyerap jutaan memori
Menata jiwa batin
Dari hati, bukan nafsu diri
Tuk tuntun menuju jalan Ilahi…
Sadar,
Tak mudah menyeberangi lautan luas
Dayung dan sampan temani diri
Dengan kekuatan dan keyakinan
Akan genggaman angan hati
Yang tak akan terlepas
Meski badai mendekat,
Menerjang
Bahkan,
Tekad hati,
Masih tetap setinggi bintang,
Yang terang dalam langit malam

20 April 2014
21.30 WIB

Simponi Kehidupan

Simponi Kehidupan
Karya : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'

Tumbuh rumput menyungging senyum
Memandangi sang mentari
Seolah berteriak
“aku butuh kamu”
Lalu
Ia mulai jauh dari peraduan
Rumput itu tlah bergoyang
Dan angin mulai berbisik ramah
Pada pepohonan yang termangu
Langit datar
Jalan pun masih berbatu
Air tak lagi jernih
Saat ini

Sebuah simponi kehidupan termainkan

Masa Lalu

Masa Lalu
Karya : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'

Mata tak kuasa menatap langit
Trauma akan aurora hitam yang kelam
Tangan hanya mampu mendekap tubuh
Mengharap kehangatan
Yang sempat pecah karenamu
Keram mencekam kaki
Tak mampu melangkah lebih jauh
Hanya tanah sempit
Yang ku duduki ini
Yang menyaksikanku menangis

Mengharapkanmu