Minggu, 11 Maret 2018

Untukmu Sahabat

Seringkali cinta menengadah
Memohon rasa yang muncul
Pada bilik hati dengan sedirinya
Kita yang terlahir dari benang berbeda
Bukan untuk mengindahkan
Namun untuk mengayomi
Kita yang saling melindungi dari tangis hujan
Berjalan setapak untuk bergandengan
Inginku memang seperti itu
Apalah daku,
Aku cemburu pada kicau burung yang bersenandung bersama
Aku iri pada rentetan semut yang berbaris rapi
Mengapa? Karena mereka tak pernah saling menjatuhkan
Harapan menjadi cita
Bagiku, (pun) bagimu
Teruntukmu sahabat
Tetaplah menjadi permata (ku) dalam pelita

Krapyak, 11 Maret 2018

Rabu, 08 November 2017

(Menjadi) Guru

(Menjadi) Guru
Oleh : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'


Menjadi guru
Bukanlah persoalan yang mudah
Siap menghadapi
Terpaan apa dalam hadapan (nya)
Menanggung segenggam amanah
Yang kepada (nya) dilimpahkan

Menjadi guru
Harus siap
Menghadapi sederetan murid yang berulah
Paham akan sepersekian anak didik

Menjadi guru
Harus sabar
Sabar untuk mendeklarasikan
Memaparkan huruf demi huruf

Menjadi guru
Harus menjaga
Segala sikap diri
Untuk bisa digugu
(pun) ditiru oleh anak didikan (nya)

Menjadi guru
Tidaklah mudah
Dalam jalan s'lalu berlubang
Tanpa menikmati ke-halus-an setapak aspal

Untuk sang guru
Guru (ku),
Ungkapan rasa ke-terimakasih (ku)
Pada tiap huruf yang diajarkan
ke-terimakasih (ku),
Untuk peluh keringat yang menetes
Tanpa sanggup (ku) usap
Hanya untuk mengajari
Sosok-sosok insan
Haus dirinya akan samudra ilmu

Guru (ku),
Sederetan terima kasih
Kembali (ku) ucapkan
Untukmu dalam pelita


Yogyakarta, 08 November 2017

Aku Merindukanmu

Aku Merindukanmu
Oleh : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'


Lepas rindu seraya merangkak
Terpejam mata, hati mulai bicara
Aku rindu, rindu padamu
Rindu pada hasrat,
Yang memutar arah mata angin
Menghadap senja berpanorama
Rindu ini tersapu
Tersapu oleh ombak-ombak lautan
Menghempas pasir putih
Tanpa daya, 
Duh,
Begitu rapuh
Namun,
Andai kau tahu
Rindu kasih ini
Menuntun kalbu
Merambah lantang dalam balutan putih salju

Rembang, 07 Desember 2015

Rasa (ku)

Rasa (ku)
Oleh : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'


Rasa yang s'lalu berulah
Menuntunku pada lingkaran jejak kehidupan
Jejak yang menjadi tombak dari serpihan ingatan masa lalu
Ya, masa lalu
Juang tak lagi bertombak
Tombak melawan arus
Memaksakan diri untuk berevolusi
Mengganti berarti namun tak ayal merekonstruksi

Rasa (ku) yang kini ada
Mencoba meng-ada-kanku untuk berada
Mencuat niat bergelut
Dengan retorika akal
Tanpa mengindahkannya
Dengan rentetan ujung pena
Sesukanya ... bagiku,
Siput tak pernah diam untuk berlari kencang
Terlebih bila menggali lubang
Terlalu manis,
Namun bukan menafikannya
Aku (pun) sambut cahaya
Tanpa harus berhenti
Mencari celah untuk bergantung di keter-pukau-annya

Yogyakarta, 21 Oktober 2015

Senin, 09 Oktober 2017

Celah


Celah
Karya : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'

Sekilas bayang melayang 
Melewati celah-celah sempit 
Mencoba menerobos pada satu titik 
Perlahan,
Celah t’lah pudar 
Hanya ada secercah sinar,
Terang dalam canda 
Kilau dalam tawa 



Terjan, 20 Oktober 2013
21.15 WIB

Untaian Kata Pengantin

Untaian Kata Pengantin
Karya : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'

Sekian lama tlah kau tempuh perjalanan panjangmu,
Tak terasa kini kau dihadapkan pada kehidupan yang baru
Kehidupan dimana kau dituntut untuk bertanggungjawab
Bukan hanya pada dirimu sendiri, namun pada orang lain
Kehidupan dimana tulang rusukmu kembali
Menjalaninya,
Bukan lagi merengek manja dihadapan sang orang tua
Bukan lagi seperti bermain layaknya gobak sodhor pada masa kecil
Bukan lagi mengisi lembar jawaban atas soal ujian yang diberikan
Bukan lagi menjalani keseharian yang hanya memikirkan diri sendiri
Kehidupan ini,
Mengajarkanmu bagaimana menjalani kehidupan yang sebenarnya
Seolah semesta pun ikut berbisik
“inilah kehidupan yang sebenarnya”
Kehidupan dengan sesuatu yang serba baru di dalamnya
Kini kau tak lagi sendiri
Sang bidadari suci nan anggun tlah berdiri disampingmu
Bersiap merengkuh dan menjadi sandaran saat kau rapuh
Jagalah bidadari itu
Layaknya kau menjaga diri sendiri
Hiasilah mahligai rumah tanggamu
Akan atap sakinah, penyangga wawaddah, dan perabot warrahmah
Hingga berbuah benih sholih sholihah

“Berkeluarga bukan hanya memilih pasangan yang sholih sholihah, melainkan juga menjadikan sebuah rumah tangga yang sholih sholihah pula”
با رك الله لك و با رك عليك و جمع بينكما في خير


Kekuatan Hati

Kekuatan Hati
Karya : 'Azzah Nurin Taufiqotuzzahro'

Mengayuh langkah awal
Mencoba mengukir tiap klise-klise kehidupan
Mengais cita penuh harap
Menyerap jutaan memori
Menata jiwa batin
Dari hati, bukan nafsu diri
Tuk tuntun menuju jalan Ilahi…
Sadar,
Tak mudah menyeberangi lautan luas
Dayung dan sampan temani diri
Dengan kekuatan dan keyakinan
Akan genggaman angan hati
Yang tak akan terlepas
Meski badai mendekat,
Menerjang
Bahkan,
Tekad hati,
Masih tetap setinggi bintang,
Yang terang dalam langit malam

20 April 2014
21.30 WIB